Aku Beriman Maka Aku Bertanya

Mari kita menulis di blog kembali🙂 Seminggu lalu saya baru menyelesaikan membaca buku ini: Aku Beriman Maka Aku Bertanya. Pengarang buku ini adalah Jeffrey Lang, seorang mualaf di Amerika sana. Di buku ini diceritakan ‘perjalanan’ beliau mengenal Islam, dialog2 beliau selama membaca Alquran, serta diselipi dengan kegundahan2 muslim muda di Amerika yang bertanya kepada beliau melalui surel (surat elektronik, yup begitulah terjemahan untuk email di buku ini).
Buku yang menyenangkan. Membantu saya untuk meninjau ulang keimanan saya, mengevaluasinya, untuk kemudian mengokohkannya lagi. Insya Allah. Dari buku ini saya juga menyadari bahwa dunia ini sempit. Walaupun Amerika itu jauh di seberang Pasifik sana, masalah-masalah muslim muda di sana ternyata tidak jauh berbeda dengan di sini. Mereka juga mengalami benturan kebudayaan. Bedanya menurut saya, jika kita di sini berhadapan dengan ‘radiasi’ dari kebudayaan ‘barat’, mereka berhadapan langsung muka-ke-muka.
Selama membaca buku ini saya jadi terkenang masa2 mengaji tafsir bersama ayah saya. Seandainya dahulu saya lebih ingin tahu.
Oh iya buku ini asalnya merupakan sebuah buku tebal, namun oleh penerbit di Indonesia dibagi menjadi 2. Buku ini merupakan bagian pertama. Semoga ada rejeki untuk membeli bagian keduanya.

5 Balasan ke Aku Beriman Maka Aku Bertanya

  1. Yaya Suryanata mengatakan:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Struktur dan fisiologi tubuh manusia yang berkaitan dengan proses ber Ilmu-Iman-Amal, telah dicontoh oleh ahli komputerisasi dan telekomunikasi dengan menakjubkan, sehingga Sistem Infomasi dan Komunikasi saat ini maju pesat.
    Di dalam Al-Qur’an Allah telah menjelaskan dengan sempurna sistem ini, telinga, mata, qolbu, otak dan tubuh sebagai hard ware, sam’a sebagai sistem penerima data historikal, abshor sebagai sistem penerima data real time, fuad sebagai sistem pencari data dan command sistem sehingga siap di eksekusi, Aqal sebagai logika (pilihan) sistem, Faqih sebagai Aritmetika (aturan) sistem, qolbun sebagai kontrol sistem, nafsu sebagai power sistem. Amatilah ayat-ayat Al-qur’a apa adanya, tanpa penafsiran siapapun kecuali Rasul, perhatikanlah sintaks-sintaksnya, bedakanlah anatara qolbu dengan fuad, aqal dengan faqih, abshor dengan ainun, sam’a dengan udzanun, kumpulkan secara komprehensif, Subhanallah, Segala Ilmu Pengetahuan yang berkembang pada zaman ini terlihat jelas di Al-Qur’an. Jadi kembalikanlah segala sesuatu kepada Allah (Al-Qur’an) tidak yang luput dari Allah satu simbolpun.

    Wassalam,

  2. rafeequl mengatakan:

    assalamualaikum,

    Buku yang kedua judulnya apa y mas ?

    wassalam

  3. Dimas mengatakan:

    Wa’alaikumsalam warahmatullah

    Judulnya ‘Aku Menggugat, maka Aku Kian Beriman’

    Wassalammualaikum warahmatullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: