Berbagi

Lagi senang2nya menggunakan agregator RSS. Setiap situs yang saya kunjungi selalu saya ambil RSSnya, kemudian disimpan dan dikategorikan dalam mesin agregator saya.

Untuk mesinnya saya sempat memakai Blam!, Liferea dan sekarang Akregator. Semuanya berjalan di platform Linux. Dua yang pertama diinstalasi standar bersama paket Gnome, sedang yang terakhir, yang sedang saya gunakan, merupakan bawaan dari KDE. Soal kemudahan, semua dengan mudah digunakan. Tergantung selera masing2.

Kaitannya dengan RSS, saya sulit sekali menemukan RSS pada situs berita Indonesia. Media murni online maupun yang berbasis offline tampak sangat pelit berbagi berita mereka dalam bentuk RSS. Sampai saat ini saya baru menemukan Kantor Berita Antara yang berbaik hati menyediakan RSS feed, sedang pengelola situs berita yang lain memaksa agar orang berkunjung langsung ke situs mereka.

Sayang sekali, padahal dengan saling berbagi kita dapat saling mendukung. Ketakutan pengelola situs akan berkurangnya pengunjung seharusnya tidak perlu terjadi. Toh RSS hanya berisi ringkasan berita. Seandainya berita tersebut menarik, orang akan berkunjung untuk membaca berita lengkapnya. Tidak dengan membuat orang terpaksa berkunjung dan justru dijejali iklan2 yang tidak mereka inginkan.

4 Balasan ke Berbagi

  1. Kang Kombor mengatakan:

    Betul Pak. Saat ini yang sudah bagi-bagi sindikasi selain KB Antara, ada juga MetroTVnews.com (ini yang difetch ke Suaraku.Com). Media-Indonesia.Com kalau tidak salah ada tetapi harus langganan dan bayar. Kompas.Com belum ada. Republika belum ada. RSS dari Antara dulu pingin ditarik juga ke Suaraku.Com tetapi karena secara eksplisit di sana ditulis harus ijin dulu apabila mau ambil RSS untuk ditampilkan maka Kang Kombor belum munculin. Belum sempat mo ngurus ijinnya, hehehe …

    BTW, saat ini aku make Opera 9 yang bisa dipakai buat subscribe ke RSS. Pernah juga instal RSS Reader (Agregator) tapi kayaknya nggak praktis, kebanyakan aplikasi yang diinstal. Ya sudah, pakai Opera saja. Browser, mail client, RSS dah jadi satu.

  2. wdkurniawan mengatakan:

    #Kang Kombor: Sengaja saya install agregator agar, mengutip teman saya, nggak ketahuan klo lagi browsing yang diindikasikan dengan gambar rubah atau huruf e biru atau huruf o merah di pojok kiri atas Title Bar🙂

  3. IMW mengatakan:

    Kalau saya trick-nya lain lagi, Instal agregator di server (bisa pakai script yang manfaatin magpierss, atau feedparser, atau pakai zort) dan retrive berita di server secara kontinyu, Terus ketika online download file tersebut dalam format terkompres ke local hard disk. Baru dibuka berkas tersebut secara local file. Dengan cara ini kalau koneksi lagi lemot tetap bisa membaca berita dengan cepat.

    Karena kalau text file itu dikompress bisa 10% hasil kompressnya. Dan kalau di Indoensia, via modem itu terasa sekali.kompresi yang dilakukan dibandingkan feeding rss langsung.

  4. Dimas mengatakan:

    #IMW: Sayang saya blm punya akses ke server. Maklum user biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: