November 21, 2006
Keberadaan Dewan TIK yang baru saja diresmikan oleh Presiden SBY pada tanggal 13 Nopember lalu, jujur saja membuat saya semakin pesimis terhadap perluasan pemakaian perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia.
Rasa pesimis saya didasarkan pada keberpihakan Depkominfo (ketua harian Dewan TIK adalah Menkominfo) ke perangkat lunak berlisensi (baca: M$) dan diundangnya pihak M$ sebagai Dewan Penasihat.
Dan rasa pesimis itu diperkuat dengan pernyataan sang ketua harian, menguraikan strategi pemerintah melegalisasi penggunaan perangkat lunak. Dikutip dari Detikinet: “Ada dua pendekatan yang kita pakai, untuk Departemen Ristek dan PTN (perguruan tinggi negeri) mereka akan kembangkan Indonesia Goes Open Source, sedangkan di luar dua itu maka legal software-nya adalah yang hak intelektualnya akan pemerintah legalkan”. Hah yang benar saja. Dalam acara tersebut dipaparkan oleh Presiden akan ada jaringan yang digunakan untuk menghubungkan 43 ribu desa, 32 ribu SMP dan SMA, dan 2 ribu Perguruan Tinggi, dan dari seluruh angka itu perangkat lunak yang akan digunakan IGOS hanya kebagian sebagian dari 2 ribu + 1 (PTN + Dep. Ristek), sisanya tentu saja untuk M$. Itu belum ditambah instasi pemerintah dari pusat sampai daerah.
Sekali lagi pemerintah mengambil jarak dengan PTN. Dengan menerapkan pola seperti diatas pemerintah akan meletakkan IGOS beserta seluruh pendukungnya (PTN dan Ristek) di sebuah sangkar kaca yang hanya bisa dikagumi tanpa bisa disentuh dan menyentuh masyarakat luas. IGOS kemudian bernasib sama dengan banyak produk-produk riset PTN lain, yang hanya berputar di laboratorium dan tak bisa (baca: tak ada kesempatan) diterapkan.
Mau tidak mau penggiat perangkat lunak sumber terbuka harus kembali bergerak lewat bawah tanah. Penggunaan perangkat lunak sumber terbuka di masyarakat harus dilakukan pintu ke pintu. Pemerintah yang diharapkan (saya harapkan) untuk memaksa penggunaan perangkat lunak tersebut pada instansinya, ternyata segan dan memilih berada pada jalur lain. Perjuangan masih panjang.
1 Komentar |
Umum |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Oktober 8, 2006
Wah lega sekali akhir minggu ini. Pada pameran XL – Indonesia Mobile-Com Creativity Contest di Graha ITS beberapa stan yang turut serta dalam pameran, menyediakan hotspot gratis. Seperti stan Teknik Informatika ITS dan stan Indo.Net.
Berbekal ajian ‘mumpung’, saya pun berangkat berburu bandwidth. Hasilnya, 3 edisi komik, beberapa bahan skripsi, dan cek email plus mengisi blog ini.
Yah beginilah nasib haus bandwidth tanpa kemampuan. Harus berburu dulu. Sering-sering saja ada pameran seperti ini.
& Komentar |
jaringan komputer |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Juli 28, 2006
Lagi senang2nya menggunakan agregator RSS. Setiap situs yang saya kunjungi selalu saya ambil RSSnya, kemudian disimpan dan dikategorikan dalam mesin agregator saya.
Untuk mesinnya saya sempat memakai Blam!, Liferea dan sekarang Akregator. Semuanya berjalan di platform Linux. Dua yang pertama diinstalasi standar bersama paket Gnome, sedang yang terakhir, yang sedang saya gunakan, merupakan bawaan dari KDE. Soal kemudahan, semua dengan mudah digunakan. Tergantung selera masing2.
Kaitannya dengan RSS, saya sulit sekali menemukan RSS pada situs berita Indonesia. Media murni online maupun yang berbasis offline tampak sangat pelit berbagi berita mereka dalam bentuk RSS. Sampai saat ini saya baru menemukan Kantor Berita Antara yang berbaik hati menyediakan RSS feed, sedang pengelola situs berita yang lain memaksa agar orang berkunjung langsung ke situs mereka.
Sayang sekali, padahal dengan saling berbagi kita dapat saling mendukung. Ketakutan pengelola situs akan berkurangnya pengunjung seharusnya tidak perlu terjadi. Toh RSS hanya berisi ringkasan berita. Seandainya berita tersebut menarik, orang akan berkunjung untuk membaca berita lengkapnya. Tidak dengan membuat orang terpaksa berkunjung dan justru dijejali iklan2 yang tidak mereka inginkan.
& Komentar |
Internet |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Juli 28, 2006
Akhirnya saya putuskan untuk berpindah ke SuSE 10.1. Setelah beberapa hari diimingi ISO 10.1 yang tersimpan rapi di harddisk dan kondisi laptop yang tiba-tiba menjadi menjengkelkan, SuSE 10.1 sukses di-install di laptop saya.
Pro: Sudah disertakan paket firefox 1.5, open office 2.0 (tdk pre lagi), kde 3.5, modem nokia saya terdeteksi dengan otomatis dan lancar.
Kontra: Laptop saya jadi lambat, SuSE tetap tidak menyertakan dukungan multimedia untuk file media yang berpropierti, instalasi yang cukup menyulitkan (karena utilitas pembantu instalasi mendeteksi layar saya sebagai laya 17″ sehingga besar UI lebih besar dari besar layar. Saya harus menebak tombol OK, Back, Abort dll)
Yang belum dibuktikan sekarang adalah penyebab laptop saya menjadi bermasalah selama ini yaitu power management, dimana acpi membuat file log yang tiba2 membesar sampai menghabiskan tempat sehingga berpengaruh pada saat booting dan login, sudah teratasi atau belum. Saya sendiri pada edisi 10.0 tidak berusaha mencari penyelesaiannya. Semoga akan baik2 saja.
& Komentar |
Linux |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Juli 24, 2006
Satu lagi Extension yang ok banget buat Firefox. Thx buat Anjar yang berbagi pengalamannya dengan Performancing. Postingan ini dikirim dengan Extension tersebut. Firefox yang digunakan minimal 1.5.
Memang tidak semua tool sempurna, masih ada kekurangannya seperti tidak ada un-link (kebalikan link) untuk menghapus link yang sudah diberikan di editor mode rich editing seperti pada editing di worpress. Di tunggu updatenya.
1 Komentar |
Browser, Internet |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Mei 15, 2006
OK hal aneh terjadi. Setelah pada postingan sebelumnya, saya kesusahan menggunakan KInternet untuk melakukan koneksi internet pada komputer saya dan kemudian saya menggunakan KPPP, sekarang justru saya kesusahan menggunakan KPPP untuk melakukan koneksi dan KInternet yang berhasil.
Bermula ketika saya melakukan update SuSE dengan YaST Online Update, yang kemudian membuat perubahan pada kernel Ralat: Perubahan modul terjadi setiap kali restart. Saya kemudian kembali melakukan pemanggilan modul
linux# modprobe -a usbcore uhci-hcd cdc-acm
Tapi setelah itu KPPP saya tidak dapat berfungsi. /dev/modem saya tidak tersambung ke kemanapun. Setelah melakukan pengecekan pada /var/log/messages ternyata modem dibaca pada device berbeda sehingga harus dilakukan link ulang
linux# ln -fs /dev/ttyACM1 /dev/modem
Kemudian lakukan konfigurasi modem di YaST pada Network Devices -> Modem. Edit pada modem yang telah terdeteksi. Pada Modem Device isi dengan /dev/modem. Klik pada Detail, kemudian isi Baud Rate dengan 115200, Init1 dengan ATZ, Init2 dengan AT+crm=1, Init3 dengan AT+cso=33. Tekan OK dan kemudian lanjutkan konfigurasi sampai selesai. Untuk konfigurasi mail lewati saja.
Terakhir buka KInternet dan lakukan dial ke ISP. Buka log untuk mengetahui status koneksi. Selamat mencoba
& Komentar |
Internet, Linux |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Mei 14, 2006
Setelah seharian mengatur koneksi internet di komputer saya, akhirnya jalan juga.
Saya memakai CDMA dengan ISP Indosat Starone dan kabel data CA-42. Awalnya untuk koneksi saya memcoba memakai software standar yang disediakan SuSE, yaitu KInternet. Tetapi seharian melakukan setting pada wvdial (yang harus diset juga untuk memakai KInternet), tidak bisa2 juga. Akhirnya menuruti teman saya Sofyan, saya pakai KPPP dan, wuzzz, lancar.
Yang perlu diingat oleh pemakai KPPP, tidak usah repot2 mengatur modem pada YaST, konfigurasi langsung dari KPPP saja. Tapi jangan lupa dites dulu apakah modem telah tersambung atau belum. Dan jangan lupa untuk mengatur inisialisasi. Beikut langkah2 yang saya tempuh ketika melakukan setting koneksi dialup:
- Koneksikan kabel data ke port USB yang tersedia
- Jalankan KPPP kemudian tekan tombol Configure pada dialog KPPP.
- Setelah muncul dialog KPPP Configuration, pilih Tab Modems, kemudian tekan New… untuk membuat modem
- Pada dialog New Modem, isikan nama modem sesuai yang disukai
- Masih di dialog New Modem kemudian pilih tab modem kemudian coba tekan Query Modem untuk mengetahui koneksi modem. Jika berhasil akan keluar jenis modem yang terkoneksi
- Tekan Modem Commands… untuk mengatur inisialisasi
- Isi bagian Initialization String 1 dengan AT+crm=1
- Isi Initialization String 2 dengan AT+cso=33, kemudian tekan ENTER
- Tekan OK untuk kembali ke dialog KPPP Configuration
- Untuk membuat account, pilih tab Accounts. Tekan New… kemudian pilih Manual Setup
- Beri nama koneksi dengan mengisi bagian Connection name:
- Isi no dialup dengan menekan tombol Add. Isi dengan no dialup (#777 untuk pelanggan Starone)
- Pilih PAP/CHAP untuk Authentication
- Pilin None untuk Callback Type
- Tekan OK setelah selesai
Koneksi siap untuk digunakan. Selamat mencoba.
Leave a Comment » |
Internet, Linux |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Mei 13, 2006
Minggu ini akan tercatat sebagai sejarah pribadi saya. Akhirnya saya bebas dari penggunaan windows®.
Awalnya ketika saya kesulitan untuk menyandingkan windows® dengan suse 7.0 yang akan saya gunakan untuk tugas akhir. Setelah berputar2 dengan masalah instalasi yang tak kunjung berakhir, maka saya putuskan untuk menyingkirkan si windows®. Untuk selamanya.
Sebagai gantinya sekarang di laptop saya telah nangkring dengan sukses seekor bunglon versi 10.0. Ya, saya mengganti windows® saya dengan suse 10.0. Distro ini memang cocok dengan laptop yang saya gunakan (Toshiba TE-2000). Denga sekali instalasi (hampir) seluruh hardware terkonfigurasi dengan baik.
Artinya sekarang saya sudah berleha2? ngga juga. Masih banyak yang harus dibereskan dan diuji. Lilo, modem, koneksi wifi, dan -ini yang bahaya- keasyikan untuk menjelajah sistem operasi baru saya. Bisa2 saya lupa menyelesaikan tugas akhir saya
1 Komentar |
Linux |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan