Desember 15, 2007
PCMCIA Linksys WPC54G ver. 3 yang menggunakan chipset Broadcam dapat langsung dikenali di OpenSUSE 10.3 namun tidak dapat langsung digunakan. Akan mucul pesan kesalahan berikut pada saat antarmuka wlan0 diaktifkan
# ifconfig wlan0 up
# SIOCSIFFLAGS: No such file or directory
Agar dapat digunakan perlu diinstalasi firmware bcm43xx. Firmware dapat diunduh di situs Packman atau dari repositori Packman melalui Yast. Selamat mencoba
Tidak ada komentar » |
Linux |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Oktober 4, 2007
Mari kita menulis di blog kembali
Seminggu lalu saya baru menyelesaikan membaca buku ini: Aku Beriman Maka Aku Bertanya. Pengarang buku ini adalah Jeffrey Lang, seorang mualaf di Amerika sana. Di buku ini diceritakan ‘perjalanan’ beliau mengenal Islam, dialog2 beliau selama membaca Alquran, serta diselipi dengan kegundahan2 muslim muda di Amerika yang bertanya kepada beliau melalui surel (surat elektronik, yup begitulah terjemahan untuk email di buku ini).
Buku yang menyenangkan. Membantu saya untuk meninjau ulang keimanan saya, mengevaluasinya, untuk kemudian mengokohkannya lagi. Insya Allah. Dari buku ini saya juga menyadari bahwa dunia ini sempit. Walaupun Amerika itu jauh di seberang Pasifik sana, masalah-masalah muslim muda di sana ternyata tidak jauh berbeda dengan di sini. Mereka juga mengalami benturan kebudayaan. Bedanya menurut saya, jika kita di sini berhadapan dengan ‘radiasi’ dari kebudayaan ‘barat’, mereka berhadapan langsung muka-ke-muka.
Selama membaca buku ini saya jadi terkenang masa2 mengaji tafsir bersama ayah saya. Seandainya dahulu saya lebih ingin tahu.
Oh iya buku ini asalnya merupakan sebuah buku tebal, namun oleh penerbit di Indonesia dibagi menjadi 2. Buku ini merupakan bagian pertama. Semoga ada rejeki untuk membeli bagian keduanya.
& Komentar |
Buku |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Agustus 28, 2007
Anda tidak percaya? Coba buka baris ini pada file source bawaan Debian Sarge dengan kernel 2.4.27.
Kalau anda ketemu, mungkin saya yang tidak beruntung, karena setengah pusing saya mencarinya dan tidak ada tanda-tanda keberadaan struktur data tersebut.
Adakah penjelasan tentang ini? Teknis, filosofis atau terserah apa saja.
Powered by ScribeFire.
& Komentar |
Linux |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Januari 12, 2007
Saya menggunakan Iceweasel untuk menggantikan Firefox. Bukannya sok2an, tapi saya jatuh hati dengan musang putih itu. Toh mereka berdua bersaudara, tidak perlu repot mempelajari ulang fitur2nya bagi yang terbiasa menggunakan Firefox.

Tapi kemudian saya menemukan kejanggalan ketika mencoba memilih untuk tidak meload gambar. Walau pilihan telah dibuat, gambar tetap muncul (lihat skrinsut)

Iceweasel yang salah, atau saya yang melewatkan sesuatu? Ada yang punya pengalaman serupa? Ada pemecahannya?
Uniknya lagi ketika saya mengambil skrinsutl, saya menemukan kejanggalan lagi tapi kini pada program pengambil skrinsutnya. Begini, saya mengatur agar jendela Iceweasel Preferences pada posisi On Top. Kemudian saya mengaktifkan jendela Iceweasel dan menggunakan tombol Alt+Print Screen untuk mengambil jendela yang sedang aktif. Hasilnya lihat skrinsut

Untuk informasi saya menggunakan Gnome 2.12.2 pada OpenSuSE 10.1
Tidak ada komentar » |
Browser, Linux |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Januari 10, 2007
Waktunya berkeluh kesah. Ada atau tidak ya pengganti Visio di GNU/Linux yang bagus?
Syarat (menururut saya) yang bagus adalah gambarnya jelas dan cocok dengan OpenOffice.org. Selama ini pakai Dia, tapi tidak ‘cocok’ (padanan bahasa yang tepat untuk compatible apa sih?) dengan OpenOffice.org. Pakai OpenOffice.org Draw, tidak (belum) familiar. Ada yang lain atau tidak ya?
powered by performancing firefox
& Komentar |
Linux, Umum |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Nopember 21, 2006
Keberadaan Dewan TIK yang baru saja diresmikan oleh Presiden SBY pada tanggal 13 Nopember lalu, jujur saja membuat saya semakin pesimis terhadap perluasan pemakaian perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia.
Rasa pesimis saya didasarkan pada keberpihakan Depkominfo (ketua harian Dewan TIK adalah Menkominfo) ke perangkat lunak berlisensi (baca: M$) dan diundangnya pihak M$ sebagai Dewan Penasihat.
Dan rasa pesimis itu diperkuat dengan pernyataan sang ketua harian, menguraikan strategi pemerintah melegalisasi penggunaan perangkat lunak. Dikutip dari Detikinet: “Ada dua pendekatan yang kita pakai, untuk Departemen Ristek dan PTN (perguruan tinggi negeri) mereka akan kembangkan Indonesia Goes Open Source, sedangkan di luar dua itu maka legal software-nya adalah yang hak intelektualnya akan pemerintah legalkan”. Hah yang benar saja. Dalam acara tersebut dipaparkan oleh Presiden akan ada jaringan yang digunakan untuk menghubungkan 43 ribu desa, 32 ribu SMP dan SMA, dan 2 ribu Perguruan Tinggi, dan dari seluruh angka itu perangkat lunak yang akan digunakan IGOS hanya kebagian sebagian dari 2 ribu + 1 (PTN + Dep. Ristek), sisanya tentu saja untuk M$. Itu belum ditambah instasi pemerintah dari pusat sampai daerah.
Sekali lagi pemerintah mengambil jarak dengan PTN. Dengan menerapkan pola seperti diatas pemerintah akan meletakkan IGOS beserta seluruh pendukungnya (PTN dan Ristek) di sebuah sangkar kaca yang hanya bisa dikagumi tanpa bisa disentuh dan menyentuh masyarakat luas. IGOS kemudian bernasib sama dengan banyak produk-produk riset PTN lain, yang hanya berputar di laboratorium dan tak bisa (baca: tak ada kesempatan) diterapkan.
Mau tidak mau penggiat perangkat lunak sumber terbuka harus kembali bergerak lewat bawah tanah. Penggunaan perangkat lunak sumber terbuka di masyarakat harus dilakukan pintu ke pintu. Pemerintah yang diharapkan (saya harapkan) untuk memaksa penggunaan perangkat lunak tersebut pada instansinya, ternyata segan dan memilih berada pada jalur lain. Perjuangan masih panjang.
1 Komentar |
Umum |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan
Oktober 8, 2006
Wah lega sekali akhir minggu ini. Pada pameran XL - Indonesia Mobile-Com Creativity Contest di Graha ITS beberapa stan yang turut serta dalam pameran, menyediakan hotspot gratis. Seperti stan Teknik Informatika ITS dan stan Indo.Net.
Berbekal ajian ‘mumpung’, saya pun berangkat berburu bandwidth. Hasilnya, 3 edisi komik, beberapa bahan skripsi, dan cek email plus mengisi blog ini.
Yah beginilah nasib haus bandwidth tanpa kemampuan. Harus berburu dulu. Sering-sering saja ada pameran seperti ini.
1 Komentar |
jaringan komputer |
Permalink
Ditulis oleh wdkurniawan